Kamis, 11 Agustus 2016

Sajak Hujan



Judul: SAJAK  HUJAN
Buah  Karya:  M.FARIDCAHYA  HENDRAWAN
Awan  bersembunyi  sejak  sore  tadi
Udara  dingin  menemani malam  ini,
Hembusan  angin  meniup  pepohonan
Dengan  membawa  suasana  kesejukan
Bagi  kami  yang  menghirupinya.

Suara  gemericik  mengusik  tinggi
Meneteskan  tetesan-tetesan  air
Demi  menyambung  kehidupan  kami,
Gemuruh  petir  mengguncangkan  semua
Makhluk  hidup  membangunkan 
Inspirasi  baru  untuk  tiap  insani.
Hujan  malam  mengalir   ke  bumi
Mengalirkan  setetes  demi  setetes
Doa  untuk  mereka , mengharapkan
Tiada  lagi  tanah  tandus,kekeringan
Yang  melanda  dimana-mana,
Ingin  semua  bunga  menjadi   segar
Tanpa  menunggu  siraman  air  hujan.
Burung  pun  turut  berdendang
Memayungi  pohon  membuka  rasa
Kehangatan  mengubah  gigilan
Dingin menjadi  kedamaian, hujan
Pelan-pelan  menghentikan  lajunya 
Lalu  beristirahat  dan  ikut  tidur
Pulas  menghilangkan  penat  dan  dahaga.


















Terbit: Selasa, 09-08-2016.

Ampunilah Aku



Judul : Ampunilah Aku
Buah karya : M.FARIDCAHYA HENDRAWAN
Bertumpuk-tumpuk  dosa  merambah
Dalam  setiap perjalanan  kami,
Berganti  jam  berganti  hari  angkara
Murka  membasuh  diri  tidak
Memikirkan  apa  yang  hendak  terjadi.

Sering  mendustai  ajaran,  perintah
Larangan,   yang  kau  anjurkan,
Kami  terlalu  munafik  jarang  sekali
Kami  mematuhi  semua perintah yang
Kau suruh  kepada  kami  semua.
Kau ciptakan berbagai  flora  di
Segala  pesisir  pepohonan nan  rindang,
Fauna-fauna  tumbuh  kuat
Namun  setiap  detik  lenyap  semuanya
Ditangan  para  tawanan licik.
Semua dijarah  semua  dirampas
Dengan  akal  tak  sadar,  hewan
Semakin punah  padahal  itu
Juga  makhluk  yang Kau ciptakan,
Kami  tak  pernah  merasa jika
Kehilangan  nyawa  itu  terasa  sakit
Kami  tancapkan  peluru,  racun,  ke
Perut  burung  yang  tak  berdosa,
Kami  ancam  keberadaan  serta
Keanekaragaman  hidup  mereka.
Ampunilah Hambamu  ini,
Kami  hanyalah  sebatas  umat
Kami  khilaf  wajah  kami  penuh
Lumuran  dosa,  kami  tak  punya  arah,
Berilah  kami  tongkat  sebagai  penunjuk
Arah  menuju  jalan  kebenaran.
Ampunilah Hambamu ini,
Sudilah  kiranya  Kau beri  kami
Jembatan  keridhoan  agar  hidup  kami
Lurus  dengan semua  yang  kau inginkan.

Terbit: 04 Agustus 2016/Kamis.

Sakit hati



Judul: Sakit hati
Buah  karya:  DEBITA  ANDRENATA
Di setiap  malam
Ku  selalu  memikirkan  kamu
Oh  pangeranku……
Setiap  waktu  aku  selalu  selalu  memikirkanmu
Dan  selamanya  akan  memikirkanmu.

Sayangnya oh  sayangnya ……
Dirimu telah  menduakanku
Sungguh  kejamnya  dirimu  padaku
Tapi  aku  tak  akan  menyerah
Karena  dirimu  selalu  menghiraukan
Cintaku…..
Yang  tulus  apa  adanya
Suatu  saat  pasti  ada,
Rasa kecewa  yang  menghantui  dirimu
Dan  itu  pasti  tak  kan
Pernah  pudar  dari  hatimu.



Jumat, 05 Agustus 2016

Luka hati

Puaskah Kau melukai hatiku
Kau campakkan diriku bak
Tertusuk pisau tajam Kau
Tega menancapkannya dihatiku,
Puaskah Kau tinggalkan Aku
Kau rebut hatiku begitu saja
Kau ambil semua cintaku.
Begitu sayang Aku kepadamu
Tapi cintamu semakin kejam
Aku terpuruk bagai burung terkurung
Dalams angkar kau rapuhkan jiwaku
Dengan tangan-tangan dustamu.

Kini Aku sendiri biarkan saja
Luka didada menggores hati
Asalkan jangan hatiku akan
Engkau nodai lagi, sudahilah
Penyiksaanmu untukku, Aku
Bukan lagi budak berlianmu.







Terbit : 04 Agustus 2016/Kamis.

Nasihat Ibu

Judul: NasihatIbu
Karya: M.FaridcahyaHendrawan
Wahai Putra danPutriku
Dengarlah sebuah tutur kata yang
Ingin Ibu sampaikan tuk kalian,
Dahulu kalian masih berseragam
Putihmerah, biru, juga abu-abu,
Lalu kalian lepas baju kebanggaan
Yang kalian kenakan, Kau tumbuh
Dewasa lalu pergilah kalian tuk
Meninggalkan Ayah danBunda.
Kalian bukan lagi anakkecil
Yang harus ditimang setiap saat,
Kalian bukan patung yang hanya
Diamtapi kalian ialah manusia suatu
Saatlangkah kalian akan tergerak
Untuk berpisah dengan Kami berdua.

Kami hanya Ayah danBunda
Walau Kami orang tua namun
Kami juga tidakberhakmengatur
Pilihan hidup kalian, kalian
Adalah impian hidup Kami, dengan
Berat hati Kami harusmelepas kalian
Semua bila suatu hari ada seseorang
Yang meminang kalian.
Bunda juga sudah lama merawat
Serta mendidik kalian hingga menjadi
Seperti Sekarang, ini sudah waktunya
Kalian lepas dari genggaman Kami,
Pergilah kalian menuju kebahagiaan
Walau tanpa harus ada dampingan
Dari kedua orang tua yang didamba.

Anakku ,hari ini  hari bahagiamu
Buatlah warna seindah mungkin
Jangan pernah kotori peristiwa ini,
Buatlah satu album penuh tuk
Mengenang masa kecil kalian
Hingga mampu bertahan dihari ini.


Terbit : 03 Agustus 2016/Rabu.

Kasih sayang Ibu

Judul :Kasih sayang Ibu
Buahkarya : M.FARIDCAHYA  HENDRAWAN
Ibu tak pernah Kau minta
Sekantong imbalan apapun dariku
Karena kasih sayangmu tulus untukku,
Ibu kau rela habiskan sejuta
Air   mata  yang kau teteskan
Hanya untuk mengkhawatirkan Aku.

Ibu sabdamu adalah do’aku,
Tak kau fikirkan apa yang  akan
Aku hendak berikan untukmu,
Ibukau Wanita berhati kuat
Kau temani Aku dalam kesedihan
Lalu Aku tertawa lagi setelah Kau
Hibur dengan berbagai canda tawamu.

Ibu begitu besarnya tetesan air
Keringat Kau cucurkan demi
Melahirkan diriku, Kau ikhlas
Bila nyawamu jadi taruhannya
Untuk menyelamatkan diriku ini,
Namun sangat kecil pengabdianku
Yang tak seimbang dengan rasa
Lelah yang sering engkau rasakan.
Ibu Aku selalu membuatmu repot,
Cemas, bahkan membuatmu sakit
Hati memfikirkan Anakmu ini,
Aku terlalu banyak membuatmu
Marah tapi engkau justru menimpali
Aku dengan senyuman nan indah.

Ibu Kau Wanita siaga yang
Selalu bersedia merawatku
Tatkala sedih, sakit, dan
Selama Aku dalam buaianmu,
Ibu akan setia aku menyayangimu
Cintaku tak akan pernah  redup
Cintaku akan selalu bersinar terang
Seperti indahnya bintang menyinari
Mimpi-mimpi ku disetiap malam.

Terbit : 03 Agustus 2014/Rabu.

Minggu, 15 Mei 2016

Keyakinan cinta

Kau pikir Aku ini permen karet
Kau anggap Aku ini bola futsal
Kau kira aku ini hanya bisa
memberimu yang sepah-sepah
lalu Kau akan lengkat dengan ku
kalau dirimu akan Aku beri lem,
Kau kira Aku ini hanya butuh
ditendang-tendang lalu dilempar
begitu saja dan dimasukkan ke
gawang dengan begitu gampangnya.
Padahal itu semua salah sekali
Kau tidak butuh tuk Aku beri
perekat lem dihatimu, Kau hanya
butuh keyakinan lalu cinta ini
akan selamanya menyatukan kita.

Apapun yang Kau bilang padaku
Aku tidak akan pernah  marah
benci atau menghindar darimu
karena Aku begitu menyayangi
juga menanti seucap kata 
cinta yang suatu hari nanti
akan kau berikan padaku.

Banyu Tresna

Banyu Tresna Karya : Moch.Farid Cahya Hendrawan Ana sawijining tresna tresna suci kang tak rangkep kelawan dedonga lan tetul...