Senin, 12 September 2016
Sabtu, 03 September 2016
Kedanan ( Geguritan)
Yen nyawang atiku kebimbang
yen turu bakal kelingan sliramu,
sapa wong sing ora kegodha
weruh wadon ayune pindho Dewi Sinta,
Mripate bunder eseme merak ati
mlakune alon-alon kaya Putri Nggunung.
Pancen ora ana tandinge sinajar
lintang rahine terus sumunar
ora ilang nadyan wis ora awan,
Aduh...Cah Ayu esemmu
agawe bingung atiku saben sore
nalikane ngenteni lintang Aku madhep
menduwur sing dak sawang dudu
lintang nanging Sliramu sing kebak
ketingal ing awang-awang.
Saiki sliramu adoh saka sangkan paran
nanging senajan ngunu Aku ora
banjur nglirwakake tresnamu,
nadyan kowe ana ing manca
Aku ora bakal pegat tresno, tresnaku
lan sliramu nadyan durung ana
pungkasane sing tak suwun rina wengi
tresnamu tetep wutuh kanggo Aku.
Terbit: 15 Agustus 2016
Pada hari senin.
yen turu bakal kelingan sliramu,
sapa wong sing ora kegodha
weruh wadon ayune pindho Dewi Sinta,
Mripate bunder eseme merak ati
mlakune alon-alon kaya Putri Nggunung.
Pancen ora ana tandinge sinajar
lintang rahine terus sumunar
ora ilang nadyan wis ora awan,
Aduh...Cah Ayu esemmu
agawe bingung atiku saben sore
nalikane ngenteni lintang Aku madhep
menduwur sing dak sawang dudu
lintang nanging Sliramu sing kebak
ketingal ing awang-awang.
Saiki sliramu adoh saka sangkan paran
nanging senajan ngunu Aku ora
banjur nglirwakake tresnamu,
nadyan kowe ana ing manca
Aku ora bakal pegat tresno, tresnaku
lan sliramu nadyan durung ana
pungkasane sing tak suwun rina wengi
tresnamu tetep wutuh kanggo Aku.
Terbit: 15 Agustus 2016
Pada hari senin.
Pitutur tresno (GEGURITAN)
Ceritane wong seneng kancane dhewe,
wiwitane lungguh bareng sak bendinane,
Saya suwe saben pethuk ayem atine
banjur muni Aku tresno kowe.
Kembang nongko mekare siji
aja digawa gelo lan ngelarakno ati,
Kembang kelopo iku arane nanggar
yen wis tresno aja nganti dilanggar,
Iku paribasane yen tresno kowe
Aja nganti tresnamu mung
Ana ing lathi syukur bisa
tresna sing tulus nganti mati,
Kembang gading iku mekare lima
mula sing eling aja mung digawe sembrana.
Mula wong kabeh sing pada
lagi nandang kasmaran aja
nganti keliru karo aturan,
Aja mung seneng nanging
kudu weruh yen tresno iku
ora bisa digawe dolanan.
Terbit: 11 Agustus 2016,
Pada hari Kamis,
wiwitane lungguh bareng sak bendinane,
Saya suwe saben pethuk ayem atine
banjur muni Aku tresno kowe.
Kembang nongko mekare siji
aja digawa gelo lan ngelarakno ati,
Kembang kelopo iku arane nanggar
yen wis tresno aja nganti dilanggar,
Iku paribasane yen tresno kowe
Aja nganti tresnamu mung
Ana ing lathi syukur bisa
tresna sing tulus nganti mati,
Kembang gading iku mekare lima
mula sing eling aja mung digawe sembrana.
Mula wong kabeh sing pada
lagi nandang kasmaran aja
nganti keliru karo aturan,
Aja mung seneng nanging
kudu weruh yen tresno iku
ora bisa digawe dolanan.
Terbit: 11 Agustus 2016,
Pada hari Kamis,
Suara Pemimpin
Umpama rumah Aku adalah atapnya
yang harus bisa menjadi Pelindungnya,
Umpama Perahu Aku adalah Nahkodanya
yang mengerti tentang kemana Perahu
yang ditumpangi hendak berhenti.
Akulah Seseorang yang sudah dipilih
mereka semua untuk mengemban amanah,
menjalankan tugas dan kewajiban
yang nanti akan Aku emban.
Jabatan yang ku jalani bisa dikatakan
hanya sebatas seumur hidup jagung,
tapi selama Aku belum sanggup
menunaikan tugasku ku fikir
ini adalah tugas yang membebani setiap waktuku,
Tapi juga perlu Aku ketahui bila
jabatanku akan segera berlalu
entah dalam hitungan hari,
bulan, atau tahun, Aku
akan segera meninggalkan kewajibanku.
Untuk semuanya yang sudah
menjadikan Aku seperti sekarang,
maaf bila Pengabdian ku belum
memenuhi semuanya yang engkau mau,
Tapi walaupun begitu Aku
akan selalu mencoba agar menjadi
Pemimpin yang baik sebelum masa
purna ku akan tiba.
Terbit: 03 September 2016
Pada hari Sabtu.
yang harus bisa menjadi Pelindungnya,
Umpama Perahu Aku adalah Nahkodanya
yang mengerti tentang kemana Perahu
yang ditumpangi hendak berhenti.
Akulah Seseorang yang sudah dipilih
mereka semua untuk mengemban amanah,
menjalankan tugas dan kewajiban
yang nanti akan Aku emban.
Jabatan yang ku jalani bisa dikatakan
hanya sebatas seumur hidup jagung,
tapi selama Aku belum sanggup
menunaikan tugasku ku fikir
ini adalah tugas yang membebani setiap waktuku,
Tapi juga perlu Aku ketahui bila
jabatanku akan segera berlalu
entah dalam hitungan hari,
bulan, atau tahun, Aku
akan segera meninggalkan kewajibanku.
Untuk semuanya yang sudah
menjadikan Aku seperti sekarang,
maaf bila Pengabdian ku belum
memenuhi semuanya yang engkau mau,
Tapi walaupun begitu Aku
akan selalu mencoba agar menjadi
Pemimpin yang baik sebelum masa
purna ku akan tiba.
Terbit: 03 September 2016
Pada hari Sabtu.
Mengenang Pahlawan
Nama-namanya tidak banyak
dikenal oleh Masyarakat,
Foto-fotonya juga tidak banyak
dimuat oleh koran dan majalah,
Profil dirinya juga tak disiarkan
lewat televisi, radio, dan komputer,
Dirinya jauh sering dilupakan
daripada dihafalkan setiap hari.
Namun jasanya begitu berpotensi
bagi kearifan dibumi pertiwi nan
hijau ini, keringat-keringatnya
yang mengalir deras hingga Izrail
mencabut nyawanya rela mereka korbankan
uuntuk menyelamatkan kehidupan Bangsa
dimasa lampau hingga sekarang.
Satu per satu dari mereka
gugur dalam medan peperangan,
Mereka tidak peduli bila nyawa
mereka melayang, Anak, Istri,
ataupun Suami semuanya dilupakan
demi bendera merah putih yang
harus secepatnya dikibarkan.
Terbit: 30 Agustus 2016,
Pada hari selasa.
dikenal oleh Masyarakat,
Foto-fotonya juga tidak banyak
dimuat oleh koran dan majalah,
Profil dirinya juga tak disiarkan
lewat televisi, radio, dan komputer,
Dirinya jauh sering dilupakan
daripada dihafalkan setiap hari.
Namun jasanya begitu berpotensi
bagi kearifan dibumi pertiwi nan
hijau ini, keringat-keringatnya
yang mengalir deras hingga Izrail
mencabut nyawanya rela mereka korbankan
uuntuk menyelamatkan kehidupan Bangsa
dimasa lampau hingga sekarang.
Satu per satu dari mereka
gugur dalam medan peperangan,
Mereka tidak peduli bila nyawa
mereka melayang, Anak, Istri,
ataupun Suami semuanya dilupakan
demi bendera merah putih yang
harus secepatnya dikibarkan.
Benarkah bilamana sekarang
mereka dilupakan , mereka semua
adalah Pembela Kemerdekaan Bangsa,
Salah besar bilamana Kita
tidak pernah mengingat lagi Sosok mereka,
Ibarat buah kita tinggal memetik saja
yang hanya tinggal merasakan nikmatnya
bukan yang ikut menanam buahnya.
Di usia Indonesia yang ke-71 Tahun ini,
marilah semuanya memperingati hari
yang bersejarah dengan memaknainya
seperti mengisi kegiatan dan hal-hal yang positif
jangan justru bertindak negatif, ingatlah Indonesia
sebelum Merdeka, dan jangan memandang
Indonesia merdeka kalau jasa-jasa Para
Pahlawan dilupakannya begitu saja.
Terbit: 30 Agustus 2016,
Pada hari selasa.
Rindu untuk Ibu (2)
Mengapa hidupku terus begini
mengapa Aku dilanda kerinduan ,
mengapa diriku terus begini
bukankah ada cintaku dari
Seorang Ibu semua sepi semua hilang
apalagi rasa sayang yang kini ku rindukan.
Haruskah Aku bertanya-tanya
kepada langit haruskah Aku begini
terus resah didalam hati,
mengapa yang yatim tak bisa
seperti yang lainnya semua
mendapat yang sama haruskah
diriku merindu mengapa diriku
dibedakan juga.
Mengapa takdirku harus demikian
rinduku ini terus menyiksa batin ku,
Ibu aku rindu denganmu
malangnya nasibku semenjak ditinggal Ibu.
Sudahlah air mataku
jangan Kau teteskan lagi demi
mengikhlaskan kepergian Ibuku
menghadap kehendak Illahi Rabbi.
Terbit: 28 Agustus 2016,
Pada hari selasa.
mengapa Aku dilanda kerinduan ,
mengapa diriku terus begini
bukankah ada cintaku dari
Seorang Ibu semua sepi semua hilang
apalagi rasa sayang yang kini ku rindukan.
Haruskah Aku bertanya-tanya
kepada langit haruskah Aku begini
terus resah didalam hati,
mengapa yang yatim tak bisa
seperti yang lainnya semua
mendapat yang sama haruskah
diriku merindu mengapa diriku
dibedakan juga.
Mengapa takdirku harus demikian
rinduku ini terus menyiksa batin ku,
Ibu aku rindu denganmu
malangnya nasibku semenjak ditinggal Ibu.
Sudahlah air mataku
jangan Kau teteskan lagi demi
mengikhlaskan kepergian Ibuku
menghadap kehendak Illahi Rabbi.
Terbit: 28 Agustus 2016,
Pada hari selasa.
Sajak Seorang Ayah (2)
Aku mampu menuruti semuanya
yang engkau mau selagi Aku
masih kuat dan cukup untuk
memenuhi syarat yang Kau pinta,
Aku masih bisa berusaha
banting tulang jatuh bangun
mengejar semua keinginanmu,
tapi Kau juga harus mengerti bila
Ayahmu bukan Seseorang yang
dapat Kau jadikan sumber peminta.

yang engkau mau selagi Aku
masih kuat dan cukup untuk
memenuhi syarat yang Kau pinta,
Aku masih bisa berusaha
banting tulang jatuh bangun
mengejar semua keinginanmu,
tapi Kau juga harus mengerti bila
Ayahmu bukan Seseorang yang
dapat Kau jadikan sumber peminta.

Walau Kau Seorang Anak
tidak berarti hidupmu terus layak,
Kau juga bisa melalui hari -hari
yang dulu pernah Ayah lewati,
berawal dari kekurangan lalu bisa berdiri
hingga seperti sekarang, semuanya tidak mudah
Anakku, dulu Ayahmu sering menangis
beda denganmu yang terlalu sering
tertawa daripada lara.....Ayah,
senang kalau kamu berhasil karena itu
menjadi arti bahwa hidup Ayah
sudah berguna untukmu.
Itu semua cuma umpama Anakku
Ayah tidak akan kejam padamu,
dengan darah daging sendiri apakah
Ayah rela membiarkan Anaknya
tersakit-sakit seperti Ayahnya,
Anakku jadilah orang yang sempurna
bila Kau bisa mengabulkan niat
Ayah , Ayah pasti akan bangga padamu.
Terbit: 28 Agustus 2016,
Pada hari selasa.
Ingatkah Kau
Perjalanan hati yang ku
tempuh sendiri ingatkah Kau
cinta, ku tak akan pergi
sebelum Kau menemani , kemana
Kau pergi cinta........,
Ku tak akan pergi menghindar dari mu
disini, dimanakah Kau pergi cinta.
Ingatkah engkau kepada angin yang
berhembus mesra sebelum kau
pergi tuk meninggalkanku,
Ingatkah Kau kepada embun pagi
bersahaja yang menemani ku
sebelum Kau pergi....cinta.
Kekuatan cinta yang selalu ku nanti
Ingatkah Kau selama ini
Ingatkah Kau kepada diriku yang
terus merindukanmu...wahai cinta.
Terbit: 15 Agustus 2016.
Pada Hari Senin.
tempuh sendiri ingatkah Kau
cinta, ku tak akan pergi
sebelum Kau menemani , kemana
Kau pergi cinta........,
Ku tak akan pergi menghindar dari mu
disini, dimanakah Kau pergi cinta.
Ingatkah engkau kepada angin yang
berhembus mesra sebelum kau
pergi tuk meninggalkanku,
Ingatkah Kau kepada embun pagi
bersahaja yang menemani ku
sebelum Kau pergi....cinta.
Kekuatan cinta yang selalu ku nanti
Ingatkah Kau selama ini
Ingatkah Kau kepada diriku yang
terus merindukanmu...wahai cinta.
Terbit: 15 Agustus 2016.
Pada Hari Senin.
Sayang
Yang ....Sayang kemanakah Kau pergi,
Yang....Sayang dimanakah Kau kini,
Yang...Sayang kapankah Kau Kembali,
Yang...Sayang mungkinkah Kau lupa,
Yang...Sayang masihkah Kau mengingat ku.
Yang....Sayang
Aku rindu denganmu ...disaat
seperti ini Kau tega meninggalkanku,
Yang......Sayang
dengarlah suara hati ku.
Terbit: 11 Agustus 2016,
Pada Hari Kamis.
Yang....Sayang dimanakah Kau kini,
Yang...Sayang kapankah Kau Kembali,
Yang...Sayang mungkinkah Kau lupa,
Yang...Sayang masihkah Kau mengingat ku.
Yang....Sayang
Bukankah telah kita rencanakan
satu hari nan istimewa duduk
bersanding dipelaminan bagaikan
Seorang Raja dan Ratu,
Yang....Sayang
Aku rindu denganmu ...disaat
seperti ini Kau tega meninggalkanku,
Yang......Sayang
dengarlah suara hati ku.
Terbit: 11 Agustus 2016,
Pada Hari Kamis.
Mengapa
Sejak dikau pergi diriku sendiri
Sejak dikau lari hatiku tersiksa
Sejak dikau menduakan hatiku
Aku seperti disayat sembilu.
Tiada cinta tiada kasih
hidupku sendiri bagaikan angka satu,
Sudi ku terima hati ku kecewa
dengan mu yang kejam meninggalkanku.
Mengapa semua ini menimpa
ku punya diri hanya bisa diam,
cuma bisa pasrah apakah Aku
punya salah dengan dirinya.
Mengapa Kau harus mendua
dimana cintamu selama ini
Kau cuma sandiwara cuma bisa
menipu diri ku dari belakang ku.
Terbit: 11 Agustus 2016.
Pada hari Kamis.
Langganan:
Postingan (Atom)
Banyu Tresna
Banyu Tresna Karya : Moch.Farid Cahya Hendrawan Ana sawijining tresna tresna suci kang tak rangkep kelawan dedonga lan tetul...
-
Geguritan Irah-irahan: Pegat Trisno Dening : M.Faridcahya Hendrawan. Wayah wengi angina sumilir Udan gerimis ora uw...
-
Kangen bojo Dening : M.FARID CAHYA HENDRAWAN (SISWA SMA NEGERI 1 SUGIHWARAS). Ketawang swaramu terus kelingan Marang manise e...
-
Langit mendung tumiyung mudhun Ngebis udan gerimis saktenane Kowe ngreti Aku , kowe maphakake Aku kok candhak tanganku kok Gandheng...













