Usiaku dengannya terpaut jauh
antara bumi dan langit,
wawasan pengetahuannya jauh lebih
banyak dan lebih mendalami
daripada pengetahuan yang ku miliki.
Jarak kitapun semakin membentang
antara lautan dan pesisir daratan
namun apakah akan menjadi kenangan,
entahlah, bila semua telah terhanyut
ke dalam derasnya gelombang air laut
maka semua hanya menjadi cerita.
Ibaratnya Kau adalah lumpur ditanah
apabila terinjak kaki pasti akan
semakin sulit untuk ditinggalkan,
tetapi walaupun kita berbeda
dari suatu sisi apapun
aku akan selalu merindukanmu
walaupun usia yang menjadi penghalangnya.
Kau yang begitu akrab, baik,
simpatik dan juga komunikatif
membuat otakku akan selalu
berfikir tentang dirimu,
biarlah perbedaan ini menjadi harapan
tapi setidaknya bisa menemani
hatiku saat berada dalam cahaya hampa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Banyu Tresna
Banyu Tresna Karya : Moch.Farid Cahya Hendrawan Ana sawijining tresna tresna suci kang tak rangkep kelawan dedonga lan tetul...
-
Geguritan Irah-irahan: Pegat Trisno Dening : M.Faridcahya Hendrawan. Wayah wengi angina sumilir Udan gerimis ora uw...
-
Langit mendung tumiyung mudhun Ngebis udan gerimis saktenane Kowe ngreti Aku , kowe maphakake Aku kok candhak tanganku kok Gandheng...
-
Kangen bojo Dening : M.FARID CAHYA HENDRAWAN (SISWA SMA NEGERI 1 SUGIHWARAS). Ketawang swaramu terus kelingan Marang manise e...




Tidak ada komentar:
Posting Komentar