Tangannya adalah pisau untukku
kakinya adalah belahan bambu
yang selalu menyerang hatiku,
mulutnya adalah serpihan racun
yang selalu menghantui diriku,
tatapan matanya adalah kesedihanku.
Dia rela meninggalkan diriku
berdiri dalam jalan kenestapaan,
Dia sampai hati pergi
tanpa mengantungi izin dariku,
Dia begitu tega dan kejam
meninggalkan Aku dalam kesendirian.
Bunga ditaman kini layu ditangan
seketika mendengar janji palsumu,
Kau telah menabur benih cinta palsu
hingga Aku terjatuh karenamu,
Ku biarkan Kau pergi bersama kekasih barumu,
telah ku ikhlaskan Kau menempuh hidup barumu,
disini Aku hanya mampu berdo'a
agar hidupmu kelak tidak seperti
hidupku bersamamu.
Sabtu, 27 Juni 2015
Kamis, 25 Juni 2015
Jumat, 05 Juni 2015
Pahlawan tak bernama
Berjuta hari yang lalu terlihat seseorang
yang berdiri diatas perahu peraduan
wajahnya terlihat hitam berkelam
karena banyak kotoran menyekam
dalam raut wajahnya yang muda.
Terangkat senjata yang tajam
untuk mengusir para kolonial
yang terus mengecam nasib
rakyat dan bangsa dinegeri ini.
Hanya senyum simpul kecil
yang terurai dalam selembar
foto yang beralbum biru
kusam dan penuh dengan debu.
Didalam batu nisan tertuliskan nama
tapi semua jasamu selalu terkenang,
walau namamu dulu belum
banyak dikenal dan diketahui orang,
selamat beristirahat para bunga putra bangsa disurga.
yang berdiri diatas perahu peraduan
wajahnya terlihat hitam berkelam
karena banyak kotoran menyekam
dalam raut wajahnya yang muda.
Terangkat senjata yang tajam
untuk mengusir para kolonial
yang terus mengecam nasib
rakyat dan bangsa dinegeri ini.
Hanya senyum simpul kecil
yang terurai dalam selembar
foto yang beralbum biru
kusam dan penuh dengan debu.
Didalam batu nisan tertuliskan nama
tapi semua jasamu selalu terkenang,
walau namamu dulu belum
banyak dikenal dan diketahui orang,
selamat beristirahat para bunga putra bangsa disurga.
Minggu, 31 Mei 2015
Buat apa
Kehidupan ini terlalu mewah untuk dijalani
dengan berbagai harta yang dimiliki
semua yang diinginkan akan cepat terpenuhi
tanpa harus meminta kesana-kesini,
tidak perlu susah payah dan repot-repot
untuk bekerja keras, dan menghabiskan tenaga.
berdaya dan berbuat apa-apa lagi
maka hanyalah kasur penderitaan yang
menjadi pengganti sang permaisuri,
buat apa hidup berfoya-foya jika
nantinya diakhirat engkau akan sengsara,
lebih baik tingkatkan ibadah daripada
bermabuk-mabuk , judi, dan berkelahi.
dengan berbagai harta yang dimiliki
semua yang diinginkan akan cepat terpenuhi
tanpa harus meminta kesana-kesini,
tidak perlu susah payah dan repot-repot
untuk bekerja keras, dan menghabiskan tenaga.
Berbagai kesenangan telah banyak didapatkan
tanpa merasa lelah ataupun kecapaian
badan tinggal dipijit oleh permaisuri bila
terasa sakit dan kelelahan, saat daun berayun-ayun
mendekatinya dia merasa bahwa semua hanyalah
sekedar titipan dari Tuhan.
Jika badan telah sakit dan tak bisaberdaya dan berbuat apa-apa lagi
maka hanyalah kasur penderitaan yang
menjadi pengganti sang permaisuri,
buat apa hidup berfoya-foya jika
nantinya diakhirat engkau akan sengsara,
lebih baik tingkatkan ibadah daripada
bermabuk-mabuk , judi, dan berkelahi.
Selasa, 26 Mei 2015
Selamat tinggal
Diatas dinding-dinding itu
dulu membekas tempelan tangan
yang selalu mengenang dihatiku,
dibawah lantai-lantai itu
dulu terinjak-injakan kaki
yang selalu membuatku rindu.
Canda tawanya yang amat bahagia
tidak akan pernah terhapus oleh dunia,
wajahnya selalu membayang-bayangiku
dalam angan, dan benak ditubuhku.
Dirinya bagai peri dipagi hari
yang selalu bersinar cerah untuk
terus memberiku semangat agar
diriku menjadi tegar dan kuat
kala diriku tertimpa suatu masalah.
dulu membekas tempelan tangan
yang selalu mengenang dihatiku,
dibawah lantai-lantai itu
dulu terinjak-injakan kaki
yang selalu membuatku rindu.
tidak akan pernah terhapus oleh dunia,
wajahnya selalu membayang-bayangiku
dalam angan, dan benak ditubuhku.
Dirinya bagai peri dipagi hari
yang selalu bersinar cerah untuk
terus memberiku semangat agar
diriku menjadi tegar dan kuat
kala diriku tertimpa suatu masalah.
Nyanyian wanita tuna susila
Tidak ada dewa yang tertinggal
dalam hamparan rawa-rawa ini,
hanya gagak yang mengakak malam hari,
Dewa telah tertelan rawa ini dan
termakan ular yang mendesir kegelisahan
lalu bernostalgia dengan wanita tuna susila.
Tidak ada lagi pakaian yang suci
melainkan hasrat yang begitu membara
dan tawa yang begitu menggelora asmara,
malam ini dunia seakan tersenyum
karena dua sejoli sedang bermesra
dan asyik dengan rayuan cinta.
Bumi ini seakan hanya milik wanita
yang selalu memikat hati kaum pria,
kedalam rawa-rawa ini tempat dewa bermesum
dan wanita untuk membunuh kebencian
dan meninggalkan sunyinya malam hari.
Tuhan berikanlah dia kesadaran agar
Suaminya bisa pulang bekerja tanpa
harus ia menjualkan harga dirinya,
Anak-anaknya membutukan uang dan makan
bila merasa lapar dan kelelahan,
Anak-anaknya juga perlu kasih sayang
bila merasa rindu dan sedang kesakitan.
Saat orang lain pergi untuk berpesta
dengan anak dan juga istrinya tapi,
mengapa wanita itu harus menangis
bukan uang yang menjadikan pelampiasan
tapi, dengan kasih sayang dan kebersamaan
wanita bekerja dengan semampu tenaganya.
dalam hamparan rawa-rawa ini,
hanya gagak yang mengakak malam hari,
Dewa telah tertelan rawa ini dan
termakan ular yang mendesir kegelisahan
lalu bernostalgia dengan wanita tuna susila.
Tidak ada lagi pakaian yang suci
melainkan hasrat yang begitu membara
dan tawa yang begitu menggelora asmara,
malam ini dunia seakan tersenyum
karena dua sejoli sedang bermesra
dan asyik dengan rayuan cinta.
Bumi ini seakan hanya milik wanita
yang selalu memikat hati kaum pria,
kedalam rawa-rawa ini tempat dewa bermesum
dan wanita untuk membunuh kebencian
dan meninggalkan sunyinya malam hari.
Tuhan berikanlah dia kesadaran agar
Suaminya bisa pulang bekerja tanpa
harus ia menjualkan harga dirinya,
Anak-anaknya membutukan uang dan makan
bila merasa lapar dan kelelahan,
Anak-anaknya juga perlu kasih sayang
bila merasa rindu dan sedang kesakitan.
Saat orang lain pergi untuk berpesta
dengan anak dan juga istrinya tapi,
mengapa wanita itu harus menangis
bukan uang yang menjadikan pelampiasan
tapi, dengan kasih sayang dan kebersamaan
wanita bekerja dengan semampu tenaganya.
Untuk Guruku
Selalu kuikuti kemana langkah kaki
membawaku menuju lorong-lorong
yang tidak berujung dimana tempatnya,
namun, seiring terdengar jika ada pelita
memanggil dan menyebut nama kecilku,
dengan bimbingan dan kesabaran pelita
rela menunjuk dan mengajari diriku.
Sesaat pelita keluar dari lorong sempit
dan penuh kegelapan pelita siap untuk
mengantarku meraih cita-citaku,
walau terkadang hanya kecewa dan
kekesalan yang diterima olehnya..
Terkadang pelita itu tak sengaja kulupakan
Aku tidak tahu jika ternyata pelita
yang selama ini menerangi hidupku,
adalah Guru yang selalu mengajariku.
Pengabdiannya suci, dan ikhlas untukku,
dari buta kini menjadi terang bercahaya
karena telah Kau berikan pelita untukku,
Engkau laksana angin yang selalu
berbisik tentang kebaikan yang
tidak pernah diriku lupakan.
Terima kasih....wahai Guruku
hanya kata-kata inilah yang bisa
diriku persembahkan padamu,
Dan kau laksana warna-warna
yang selalu berhias dan mempesona
seperti pelangi diatas langit yang
tidak pernah hilang sebelum kiamat tiba.
membawaku menuju lorong-lorong
yang tidak berujung dimana tempatnya,
namun, seiring terdengar jika ada pelita
memanggil dan menyebut nama kecilku,
dengan bimbingan dan kesabaran pelita
rela menunjuk dan mengajari diriku.
Sesaat pelita keluar dari lorong sempit
dan penuh kegelapan pelita siap untuk
mengantarku meraih cita-citaku,
walau terkadang hanya kecewa dan
kekesalan yang diterima olehnya..
Terkadang pelita itu tak sengaja kulupakan
Aku tidak tahu jika ternyata pelita
yang selama ini menerangi hidupku,
adalah Guru yang selalu mengajariku.
Pengabdiannya suci, dan ikhlas untukku,
dari buta kini menjadi terang bercahaya
karena telah Kau berikan pelita untukku,
Engkau laksana angin yang selalu
berbisik tentang kebaikan yang
tidak pernah diriku lupakan.
Terima kasih....wahai Guruku
hanya kata-kata inilah yang bisa
diriku persembahkan padamu,
Dan kau laksana warna-warna
yang selalu berhias dan mempesona
seperti pelangi diatas langit yang
tidak pernah hilang sebelum kiamat tiba.
Langganan:
Postingan (Atom)
Banyu Tresna
Banyu Tresna Karya : Moch.Farid Cahya Hendrawan Ana sawijining tresna tresna suci kang tak rangkep kelawan dedonga lan tetul...
-
Geguritan Irah-irahan: Pegat Trisno Dening : M.Faridcahya Hendrawan. Wayah wengi angina sumilir Udan gerimis ora uw...
-
Ana ing panggonan iki Panggonan ku nalika wayah esuk nganti Awan ngudi kaweruh nyuwun asih Saha kawelasan pituduh lan kamurahan Nge...
-
Langit mendung tumiyung mudhun Ngebis udan gerimis saktenane Kowe ngreti Aku , kowe maphakake Aku kok candhak tanganku kok Gandheng...

















