Tak seberapa air yang mengalir
tuk menjalankan lini kehidupan,
tak terhitung jumlah kobaran api
tuk memberikan cahaya yang
berupa lentera kehidupan.
Namun, banyak saudara-saudaraku
menangis dan bercucuran air mata
melihat tubuhnya runtuh ditanah merah
diatas mawar merah.
Ketika manusia menemukan kehidupan
dia tembakkan senapan usaha
yang dilakukan dengan semangat
yang amat membara dengan
cinta tulus dari lubuk hatinya.
Mungkin, hanya langit yang tahu
tentang musibah dinegeri itu
dan mengapa semuanya terjadi ,
apakah dosa hamba-hambanya
negerinya jadi alam fana.
Tapi mengapa.............
langit masih menghiasi pelangi itu,
kalau ternyata bangsa rimba
sudah tidak ada lagi.
Jika manusia bersenang-senang
dan bumi mulai bersedih
siapa yang menjadi berdosa
mungkin hanya langit yang tahu
tentang kepribadian mereka didunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar