Jumat, 07 Oktober 2016

Waduk Pacal



WADUK PACAL
Buah karya : M.FARID CAHYA HENDRAWAN

Soal perasaan bisa saja
Berbalik lidah namun demi
Engkau bicara tidak bisa dibohongi,
Jauh berada ke tepi arah
Selatan di Kabupaten Bojonegoro,
Kau hadir disamping hati para
Warga di Rakyat Malowopati.


Diantara perbentangan gunung
Terhimpit pucuk-pucuk ilalang,
Pesonamu tak lepas dan hilang
Keindahanmu terpancar halus
Membengkokkan satu atau dua
Kata-kata yakni selalu indah
Sepanjang hari sepanjang mimpi.

Waaduk Pacal
Sebuah bangunan tenaga air
Yang selalu rela menanti
Waktu-waktu disepanjang rindu,
Jika air mu menetes
Bukanlah menangis tapi bahagia
Yang senantiasa Kau limpahkan,
Waduk Pacal
Selalu terselip nama-nama
Membekas dibutiran buih pasirmu,
Selalu ada ucapan yang
Mungkin saja begitu sulit dikenang dan
Mengenang dibibir dan dihati.

Terbit :
Rabu, 05 Oktober 2016.




Terima kasih untuk Buku



Terima kasih untuk Buku
Buah Karya : M.FARID CAHYA HENDRAWAN

Buku Kau torehkan pengetahuan
Yang bermanfaat bagi hidupku,
Buku kau menyimpan semua
Aktivitas yang sudah Aku kerjakan,
Buku kau buka masa depan
Cerah dan gemilang untuk Aku,
Buku kau adalah lentera yang
Bersinar terang benderang dalam hidupku.

Kau menjadi tempat curahan hatiku
Kau lukiskan beberapa amanat
Berguna untuk takdir hidupku kelak,
Kau mengandung nasihat dalam
Setiap lembaran-lembaran kertas,
Kau berikan Aku sungai ilmu yang
tak pernah terhentikan oleh waktu.



Buku kau ajarkan Aku
Kesabaran saat Aku dikuasai amarah,
Buku kau bimbing Aku arti ikhlas
saat Aku terperangkap oleh kecewa,
disetiap garis-garis yang berisi tulisan
akan meninggalkan jejak-jejak
yang mungkin secara mudahnya dilupakan.

Buku meskipun Kau sudah
Lelah menjalani pergantian zaman,
Kau akan terus menerus
Menjadi sahabat baik untukku,
Buku adalah jembatan ilmu bagiku
Untuk meraih kesuksesan yang selama
Ini begitu Aku nanti-nantikan,
Buku terima kasih Kau adalah
Pahlawan berjasa bagi kecerdasan jiwaku.






Sajak Seorang Pemuda



Kita adalah Pemuda angkatan gagap
Yang diperbudak oleh teori dan rumus,
Kita terlalu fokus mencari-cari
Ide-ide yang diniagakan tanpa
Berada sedikit potongan harga,
Kita memandang pribadi orang secara kabur
Tanpa mengenali siapakah mereka ,
Kita tidak diajarkan ilmu kebatinan
Sehingga tidak bisa membaca
Semua fikiran setiap orang,
Kita senang mencela daripada memuja.

Dasar moral patuh dan taat
Terhadap perintah orang tua dan guru,
Dasar pendidikan bukan dikaji
Dan diujikan tapi dibuktikan
Hasil yang sudah dilakukan.



Diktat-diktat mengubah hidup kita
Aturan-aturan lalu lalang ditinggalkan,
Tata tertib semakin dikhianati
Pribadi kami terlalu sering membeli daripada
Memproduksinya dengan tangan sendiri,
Pendidikan sudah kami persiapkan
Untuk industri yang tanpa ada henti
Dan birokrasi yang terlalu berlebihan.

Mesin-mesin canggih mampu
Menyulap logika dan naluri kami,
Alat-alat elektronik berlarian
Mengedit segala tabiat Kami,
Gejala-gejala muncul bergantian,
Keberadaan dunia mnjadi remang-remang
Tidak mampu untuk dibayangkan.




Ijazah-ijazah Sekolah bervariasi
Mulai dari Lulusan Sarjana,
Magister, Doktor, bahkan Lulusan
Pendidikan luar Negeri, latihan-latihan,
Seminar ditiap acara memberi Kami
Arahan pekerjaan tapi pada hakikatnya
Kami Cuma sebatas Pengangguran.

Keberadaan kami seperti patung
Hanya berdiam diri bagai tuna rungu,
Duduk menyimak ocehan-ocehan
Tapi tak dapat menafsirkan maksudnya.

Lika-liku cerita bosan
Mendefinisikan khayalan Kami,
Kebohongan-kebohongan merajalela
Membuat migrain kepala Kami.

Semuanya seperti dalam mimpi
Berandai-andai tanpa satu kepastian,
Peraturan-peraturan mestinya diperbarui
Biar hidup Kami akan berlalu
Dengan senyuman nan berkilau.
Mengkhayal hanya bisa menipu
Tetapi berusaha lebih bisa dipercaya
Dari sekian lamunan yang ada,
Kita harus menaiki tiang panjang
Di menara kemenangan jangan Cuma
Berdiri dikaki-kaki kegagalan.

Terbit :
Jumat, 07 Oktober 2016.






Kangen bojo (GEGURITAN)



Kangen bojo
Dening : M.FARID CAHYA HENDRAWAN
(SISWA SMA NEGERI 1 SUGIHWARAS).

Ketawang swaramu terus kelingan
Marang manise esemmu kang tansah
Ngegodha gawe lara rasaning atiku,
Udane deres wanci ratri sansaya
Agawe susahing ati.



Fotomu sing katempel ing gebyok omah
Banjur dak pundhut tak usapi
Bleduk-bleduk sing kasaput ing
Sakiwa tengene fotomu tak aras
Pipimu tak suntek ing rangkulanku.

Lara nelangsa saya nambahi
Kangen sak njeroning manah
Apa pancen ndika wis ninggalake Isun,
Mabur dhuwur mbekta prasetya
Sing kanyatane kok apusi.


Pikiranku kayata lagi wuyung
Kabingungan mikirake Ndika ,
Apa pancen iki sing diarani
Lagi kangen bojo,
Muliha duh pepujaning atiku
Tansah kabukak jembar lawang omah
Kanggo ngentene kapan tekane sliramu.

Terbit : Rabu, 05 Oktober 2016.




Banyu Tresna

Banyu Tresna Karya : Moch.Farid Cahya Hendrawan Ana sawijining tresna tresna suci kang tak rangkep kelawan dedonga lan tetul...